Blogger Perempuan
Ulfa Khairina | Find The Oliversity Through Your Chapter
Ulfa Khairina | Find The Oliversity Through Your Chapter

Doctor Stranger (2014): Saat Cinta Dipisahkan Geopolitik

Geopolitik tidak hanya menjadi perbincangan kaum elit, tapi masuk sebagai bumbu cerita romanda di rumah sakit. Penasaran dengan Doctor Stranger?

 DUNIA SEDANG DIRIBUTKAN oleh geopolitik. Apalagi sejak konflik Iran dan Amerika semakin memanas, istilah geopolitik ini semakin tak asing di telinga kita. Ternyata, jauh sebelum isu geopolitik ini akrab dengan ruang belajar kita, banyak sekali tontonan yang sudah menyuguhkan isu geopolitik di layar hiburan. Salah satunya drakor berjudul Doctor Stranger yang dibintangi oleh Lee Jong Suk dan Jin Se Yeon. Keduanya menaburkan bumbu cinta pada romansa yang tak selalu manis.

Saya menonton Doctor Stranger setelah bertahun-tahun seorang teman merekomendasikan drakor ini sebagai salah satu drakor bagus. Sayangnya, saya nggak tertarik menonton drakor ini karena aktor dan aktrisnya tidak masuk dalam katalog selebriti yang ingin saya tonton. Sampai akhirnya salah satu drakor yang dibintangi Lee Jong Suk mencuri hati, maka drakor ini pun masuk dalam daftar tontonan.

Ternyata nih, drakor ini nggak sekedar cerita soal cinta dua negara yang dikatakan teman saya. Konfliknya bukan sekedar cinta warga Korut dan Korsel seperti yang diceritakan oleh teman saya. Ini lebih dari itu dan relate banget ditonton sekarang untuk memberi pengetahuan lebih soal geopolitik.

Doctor Stranger
Doctor Stranger (2014)


Dokter Gembel Penyelamat Orang

Cerita bermula dari seorang pengantar galon berpenampilan gembel bernama Park Hoon. Dia selalu keluar masuk rumah sakit untuk mengantarkan galon. Tidak seorang pun tahu dia seorang dokter jenius yang membuka praktik ilegal dengan alat seadanya.

Saat mengantar galon dia melihat sekelompok anak patah jari. Berbekal stick es krim yang dirampas dari salah satu anak, dia membidai jari si anak. Keesokan harinya, ketika Park Hoon mengantar galon ke rumah sakit dia bertemu dengan ayah si anak yang tampak tidak baik-baik saja.

Saat perjalanan ke IGD, si ayah anak tumbang di elevator. Jantungnya berhenti. Park Hoon yang seorang dokter humanis tentu tidak tinggal diam. Dia langsung mengambil tindakan dengan bantuan dari staf rumah sakit, tapi dia ditentang oleh Song Jae Hee. Namun dia dibantu bergabung ke rumah sakit dengan Dokter Moon.

Park Hoon menerima tawaran itu karena dia ingat Song Jae Hee yang masih menghilang. Dia butuh uang banyak untuk mengandalkan pencarian. Meskipun di rumah sakit, dia kurang diterima karena berasal dari Korea Utara. Namun di rumah sakit itu pula dia melihat seseorang yang mirip sekali dengan Song Jae Hee.

Bukan Park Hoon namanya kalau tidak urakan dan bergaya preman. Dia menerobos ruang Dokter Moon dan mencari data Song Jae Hee. Dia ingat, Song Jae Hee hanya memiliki satu ginjal, tapi saat data ditemukan harapan yang dia gantung setinggi cita-citanya itu kandas. Han Seung Hee yang dia kira sebagai Song Jae Hee memiliki dua ginjal.

Konflik Kepentingan di Rumah Sakit

Berbicara soal konflik kepentingan, drakor Doctor Stranger ini kerap membicarakan soal konflik kepentingan. Mungkin karena ide utamanya juga politik dan korupsi, jadi konflik kepentingan hal yang mudah dibahas dalam drakor ini. Ada beberapa hal yang menunjukkan konflik kepentingan sangat jelas dalam drama ini.


konflik kepentingan
Tokoh utama yang terjebak dalam konflik kepentingan
[Photo: mydramalist/doctor stranger]

Konflik kepentingan yang terjadi di Rumah Sakit Universitas Myungwoo selalu berakar dari Park Hoon. Dia sering dipaksa untuk melakukan operasi berisiko tinggi untuk memenangkan kompetisi internal. Jadi, di RS Universitas Myungwoo ini menjadikan nyawa pasien sebagai taruhan.

Park Hoon sebenarnya dilema banget. Soalnya kalau dia kalah, nyawanya dan Song Jae Hee jadi ancaman. Apalagi mereka berdua kan memang dokter dari Korea Utara, ya. Saingannya nggak main-main, dia harus bersaing dengan Park Jae Joon.

Park Jae Joon sendiri punya kepentingan terselubung berada di RS Universitas Myungwoo. Dia ingin mengambil alih rumah sakit sebagai bentuk balas dendam soal malpraktik di masa lalu. RS Universitas Myungwoo memang suka meremehkan nyawa manusia untuk percobaan. Tak heran jika operasi berisiko tinggi dijadikan taruhan untuk memperebutkan atensi politik.

Melihat konflik ini saja, kita sadar bahwa konflik kepentingan sangat dianggap normal di dalam lingkaran medis. Konnflik kepentingan artinya situasi dimana seseorang memiliki kepentingan pribadi atau kelompok dengan tugas serta tanggung jawab profesinya. Walaupun kelihatan Park Hoon sebagai malaikat, dia juga punya konflik kepentingan di sini. kepentingan utamanya adalah mengembalikan kehormatan ayahnya dan menyelamatkan Song Jeung Hee yang secara tidak disadari banyak orang dalam status sandera.

Isu Geopolitik dalam Doktor Stranger

Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari faktor geografi seperti lokasi, luas wilayah, sumber daya alam, topografi mempengaruhi kebijakan politik, strategi pertahanan dan hubungan internasional suatu negara. Bagi suatu negara, kebijakan geopolitik sangat mempengaruhi banyak hal. Dalam drakor Doctor Stranger ini kita bisa melihat fungsi geopolitik berperan pada penentuan kebijakan luar negeri (antara Korea Selatan dan Korea Utara), strategi pertahanan, dan perwujudan tujuan nasional meski berbalut tujuan korupsi.

Dalam drakor Doctor Stranger, kita bisa melihat beberapa isu geopolitik yang terjadi dengan mudah dan jelas. Terutama jika kita tidak menonton Doctor Stranger ini dengan tujuan mengintip hubungan lovey dovey Park Hoon dan Song Jeung Hee. Beberapa konflik geopolitik akan kita temukan selama 20 episode.

Naskah Pak Jin U di tangan sutradara Hong Jang Chan dan Jin Hyeok berhasil meraup rating 7.9 stars di mydramalist. Angka yang sangat luar biasa untuk penilai di laman ini.

(1). Eksploitasi Dokter dan Senjata Biologis

Hal pertama yang paling kelihatan adalah saat Park Hoon ketahuan sebagai dokter jenius tapi ilegal. Demi kepentingan politiknya, Dokter Moon langsung merekrutnya masuk ke dalam tim bedah RS Universitas Myungwoo. Dokter Moon ingin memanfaatkan keahlian Park Hoon untuk memenangkan sebuah posisi strategis di rumah sakit.

Di masa lalu, keahlian bedah jenius ayah Park Hoon juga digunakan sebagai alat tawar politik (diplomasi medis) dan pendanaan ilegal untuk rezim Korea Utara. Bahkan saat Park Hoon sudah dewasa dan menjadi dokter, hal yang sama juga dilakukan pada Park Hoon. Meski kelihatannya Park Hoon melakukan demi cinta, tapi dia nggak sebodoh itu, kok. Masih kelihatan banget Park Hoon menggunakan logika dalam melakukan tawar menawar diplomasi medis.

(2). Politik Korup dan Konspirasi Lintas Budaya

Namanya pengkhianatan selalu terjadi dimana-mana, ya. Mau di Indonesia, China, Korea, selalu saja ada celah untuk melakukan tindakan seperti ini. Pengkhianatan seolah tumbuh dan mengalir seperti detak nadi dan aliran darah di tubuh manusia. Sama seperti Doctor Stranger, dalam serial ini menyoroti bagaimana bagaimana politikus elit Korea Selatan yang haus kekuasaan bersedia berkolusi secara rahasia dengan agen Korea Utara.

Tujuan sama seperti kebanyakan pengkhianatan lainnya. Mendominasi dalam pemilihan pimpinan yang berpengaruh besar terhadap seluruh bisnis. Pemilu dijadikan ajang, makanya kolaborasi kotor ini menargetkan dominasi kekuasaan dengan mengorbankan warga sipil. Malpraktik di Rumah Sakit Universitas Myungwoo salah satu intriknya.

(3). Pengungsi Sebagai Komuditas

Meski hidup sebagai pemberontak di Korea Utara, bukan berarti mereka sudah cinta mati pada tanah airnya. Mereka juga melakukan hal sama yang dilakukan oleh pengkhianat Korea Selatan. Para pembelot dari Korea Utara yang melarikan diri ke Selatan digambarkan bukan sebagai korban kemanusiaan, melainkan pion dalam permainan spionase dan perebutan dana gelap antar kedua negara.


geopolitik drakor
Pengungsi sebagai komuditas
[Photo: mydramalist/doctor stranger]

Spionase bermakna keadaan memata-matai musuh potensial atau aktual. Tujuannya untuk melihat sejauh mana pergerakan yang dilakukan oleh lawan mereka. Dalam Doctor Stranger ada plot twist yang sebenarnya nggak twist-twist banget karena mungkin saja kita sudah menebak. Song Jae Hee berspionase menjadi Han Seung Hee demi mematai Park Hoon. Dia justru ketahuan saat perasaannya pada Park Hoon mulai kembali.

Film dan Politik: Ketika Romansa Menjadi Alat Propaganda Media

Setelah menonton drakor Doctor Stranger, saya setuju banget kalau film sebagai media propaganda yang paling efektif. Kombinasi audio visual, alur cerita yang dibuat dramatis, dan daya tarik bintang yang sedang bersinar di dunia hiburan. Film atau drama seri menjadi alat yang paling ampuh untuk melakukan propaganda.

Melalui film atau drama seri, ideologi dan nilai serta aganda politik tertentu bisa disusupkan secara emosional dan sistematis melalui alam bawah sadar penonton. Melalui daya tarik emosional, penonton cenderung lebih terhanyut dibandingkan dengan bacaan atau teks ataupun gambar tertentu.

Sinema bisa membentuk rekayasa realitas untuk membangun persepsi. Coba, deh, perhatikan drakor berbau politik dan militer, Korea Selatan cenderung membangun persepsi realitas tentang Korea Utara yang terlihat buruk, ketinggalan, dan suram. Realitas yang dibangun ini pula yang mengirimkan pesan persuasif melalui hiburan bagi penonton. Tanpa sadar penonton akan mengadopsi nilai-nilai yang ditawarkan oleh sinema yang kita tonton untuk membentuk opini baru.

Nah, Doctor Stranger juga akan menyuguhkan hal yang sama. Jika Teman Belajar dan memperhatikan lebih detil, romansa Park Hoon dan Song Jeung Hee dalam Doctor Stranger ini nggak melulu soal kisah cinta di tengah isu geopolitik. Romansa mereka dijadikan alat propaganda media tentang bagaimana diharapkan dunia melihat Korea Utara.

Posting Komentar